Prodi KPI – Dosen Tetap Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (DTPS KPI) IAIN Parepare, Nurhakki, kembali menorehkan capaian akademik melalui keberhasilannya mempertahankan disertasi doktoral yang menghasilkan sebuah teori baru dalam kajian komunikasi dan hubungan antarumat beragama, yakni Teori Relasi Harmoni. Teori tersebut lahir dari hasil penelitian mendalam mengenai kosmologi cinta masyarakat Toraja yang selama ini menjadi fondasi kehidupan sosial dan praktik kerukunan lintas agama, Senin (28/06/2026) di Ruang IDEA 2 Foyer Lagoon, Hotel Unhas.
Disertasi tersebut merupakan hasil pengembangan riset yang telah lama digeluti Nurhakki mengenai komunikasi budaya masyarakat Toraja. Penelitian ini mengangkat nilai-nilai lokal sebagai sumber lahirnya teori komunikasi yang tidak hanya relevan bagi masyarakat Toraja, tetapi juga dapat menjadi rujukan dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa nilai budaya lokal mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu komunikasi yang berakar pada kearifan Nusantara.

Menurut Nurhakki, teori yang dikembangkannya berangkat dari pemahaman bahwa relasi antarmanusia tidak cukup dibangun melalui toleransi formal semata, melainkan melalui ikatan kasih, penghormatan, dan tanggung jawab sosial yang telah hidup dalam tradisi masyarakat Toraja selama berabad-abad. "Teori Relasi Harmoni lahir dari kosmologi cinta masyarakat Toraja yang memandang hubungan antarmanusia sebagai ruang untuk saling menjaga, menghormati, dan merawat kehidupan bersama," ungkap Nurhakki dalam pemaparan disertasinya.
Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut merupakan refleksi dari praktik komunikasi keseharian masyarakat Toraja yang menjadikan nilai kekeluargaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap perbedaan sebagai fondasi utama membangun kehidupan bersama. Nilai-nilai itu, menurutnya, menjadi modal sosial yang sangat penting dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia.
Bagi Program Studi KPI IAIN Parepare, capaian akademik Nurhakki menjadi bukti bahwa dosen tidak hanya menjalankan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga mampu menghasilkan teori baru yang memperkaya khazanah ilmu komunikasi. Selama ini Nurhakki memang dikenal konsisten meneliti komunikasi budaya masyarakat Toraja. Salah satu karya ilmiahnya yang telah dipublikasikan di jurnal internasional membahas peran Tongkonan sebagai pusat komunikasi yang merekatkan kerukunan antarumat beragama di Toraja. Penelitian tersebut menjadi pijakan penting dalam pengembangan teori yang kini dihasilkan melalui disertasinya.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi IAIN Parepare sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong lahirnya inovasi akademik berbasis kearifan lokal. Pengembangan teori komunikasi dari budaya Indonesia menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak harus selalu berangkat dari paradigma Barat, tetapi dapat tumbuh dari pengalaman sosial masyarakat Nusantara yang kaya akan nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan lahirnya Teori Relasi Harmoni, Nurhakki berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi bagi akademisi, peneliti, maupun para pengambil kebijakan dalam merancang model komunikasi yang mampu memperkuat kohesi sosial, menyelesaikan konflik, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman budaya dan agama di Indonesia.