Prodi KPI – Yasir Arafah, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Parepare, resmi terpilih menjadi bagian dari delegasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Arab Saudi.
KKN Internasional yang diikuti oleh Yasir dijadwalkan berlangsung selama sebulan penuh, mulai dari 12 Juli hingga 11 Agustus 2026. Menjadi satu-satunya perwakilan dari Prodi KPI, Yasir diberangkatkan bersama empat mahasiswa terpilih lainnya dari berbagai prodi di IAIN Parepare.
Selain melaksanakan KKN, momentum ini juga menjadi kesempatan berharga baginya untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci. Sebelum bertolak ke Arab Saudi, Yasir mengaku telah melakukan berbagai persiapan matang demi kelancaran programnya.
"Saya pribadi tentu mempersiapkan fisik dan mental yang matang sebelum keberangkatan, dan tentunya belajar dan mempersiapkan bahasa," ujar Yasir.
Selama berada di Arab Saudi, mahasiswa KPI ini terlibat dalam berbagai program kerja strategis. Salah satu program unggulan yang ia ikuti adalah pelatihan menjadi mutawwif di Asia Iman Wisata. Melalui pelatihan tersebut, para mahasiswa ditempa untuk menjadi tour guide dan tour leader profesional yang bertugas mendampingi jemaah umrah.

Bagi Yasir, kegiatan ini memiliki korelasi yang sangat erat dengan disiplin ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam yang ditekuninya di bangku perkuliahan.
"Kegiatan ini sangat berkaitan dengan bidang KPI karena kami dilatih untuk berkomunikasi secara efektif, memberikan informasi keagamaan, serta melayani jemaah dengan baik. Selain itu, kami juga melakukan kunjungan ke KJRI Jeddah, Muassasah Manabir Taibah, Exotic Animal Mecca, dan perusahaan Rawahel Taibah untuk belajar tentang komunikasi organisasi, pelayanan, serta berbagi pengalaman dengan para profesional di Arab Saudi," jelas Yasir secara rinci.
Meski terkesan prestisius, perjalanan KKN Internasional ini bukan tanpa hambatan. Yasir mengungkapkan bahwa faktor adaptasi lingkungan menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapinya sehari-hari selama berada di sana.
"Tantangan terbesar selama di Arab Saudi itu mungkin adaptasi. Mulai dari cuacanya yang jauh lebih panas, budaya yang berbeda, sampai harus menyesuaikan diri dengan bahasa Arab dalam aktivitas sehari-hari. Awalnya memang agak kaget dan butuh waktu untuk membiasakan diri," ungkap Yasir.

Namun, tantangan tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Yasir menyiasatinya dengan terus belajar dari para pembimbing dan mutawwif yang telah berpengalaman, mempraktikkan bahasa Arab sederhana, serta tidak ragu untuk bertanya. Baginya, proses adaptasi ini justru menjadi ruang terbaik untuk mengasah kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi lintas budayanya. Kelancaran program ini pun tidak lepas dari dukungan penuh, motivasi, serta masukan berharga yang diberikan oleh rekan mahasiswa dan para dosen di Prodi KPI.
Yasir menitipkan sebuah pesan motivasi bagi seluruh rekan mahasiswa KPI IAIN Parepare agar tidak gentar dalam mengambil kesempatan baru dan berani bermimpi besar.
"Pesan saya untuk teman-teman mahasiswa KPI, jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman. Kalau ada kesempatan seperti KKN Internasional, ikut saja dulu. KKN di Arab Saudi bukan cuma soal pergi ke luar negeri, tapi juga tentang belajar berkomunikasi dengan orang dari berbagai negara, menambah wawasan, membangun relasi, dan membawa nama baik kampus," tutup Yasir.
Penulis: Muhammad Rafi Rafi'udin
Editor: Nur Annisa