Prodi KPI— Prestasi akademik kembali diukir mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Parepare di tingkat internasional. Sriwulandari bersama tim peneliti, S. Dinar Annisa Abdullah dan Pangeran Suratan Pancaroba, mempresentasikan hasil penelitian pada International Conference on Communication, Digital Ecosystem and Society (ICODeS) 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang, pada Selasa–Rabu (4–5/08/2026).
Konferensi internasional tersebut mengangkat tema besar mengenai transformasi komunikasi dalam masyarakat algoritmik dan menjadi wadah bagi akademisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan riset komunikasi digital.
Pada forum ilmiah tersebut, Sriwulandari mewakili tim peneliti mempresentasikan artikel berjudul "Digitalization of Tudang Sipulung: The Transformation of Bugis Traditional Deliberation in WhatsApp Groups Among Parepare Residents". Penelitian ini mengkaji bagaimana masyarakat Kota Parepare mentransformasikan nilai-nilai kearifan lokal musyawarah adat Bugis seperti sipakatau (saling menghargai), sipakalebbi (saling menghormati), dan sipakainge (saling mengingatkan) ke dalam ruang diskusi digital pada grup WhatsApp warga.
Menggunakan pendekatan etnografi digital (netnography), penelitian ini menganalisis berbagai pola komunikasi, penggunaan bahasa santun, hingga upaya penyelesaian masalah masyarakat di platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang percakapan virtual kini berfungsi sebagai "lego-lego modern" tempat berlangsungnya musyawarah warga, di mana nilai-nilai etika Bugis tetap dipertahankan meskipun media komunikasi telah mengalami pembaharuan.

Tampil mempresentasikan karya ilmiah secara penuh dalam bahasa Inggris di tingkat internasional menjadi momen berharga bagi Sriwulandari.
Sriwulandari mengungkapkan rasa bangga sekaligus syukurnya atas kesempatan yang diberikan.
"Saya merasa sangat senang, bangga, sekaligus bersyukur atas kesempatan luar biasa untuk mewakili tim dan kampus tercinta di forum internasional ini. Bagi saya pribadi, kegiatan ini adalah pengalaman yang sangat baru dan berkesan karena ini pertama kalinya saya belajar menulis karya ilmiah dan langsung diberikan kesempatan menjadi presenter," ungkap Wulan.
Meski harus menghadapi tantangan bahasa dalam sesi presentasi dan diskusi, Wulan mengaku berhasil melewatinya berkat koordinasi tim yang solid.
"Selama penyusunan kami tidak mengalami kendala yang kompleks karena hadirnya dukungan antar sesama anggota dan alur koordinasi tim yang teratur. Tantangan terbesar justru saat mempresentasikan hasil riset karena dituntut menggunakan bahasa Inggris. Namun alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar," tambah Wulan.
Wulan juga menyampaikan motivasi bagi rekan-rekan sesama mahasiswa KPI IAIN Parepare untuk tidak ragu melangkah ke tingkat internasional. Menurutnya, ilmu yang didapatkan di perkuliahan merupakan modal yang sangat bersaing.
"Sebagai mahasiswa KPI, kita dibekali dua hal utama, yakni ilmu dakwah dan keahlian menggunakan media baru. Kombinasi dua hal inilah yang dicari di tingkat global. Dengan keahlian ini, saya yakin tidak sulit bagi mahasiswa KPI untuk berkarya di kancah internasional. Pesan utama saya, jangan pernah ragu mengambil kesempatan, karena kesempatan hadir untuk orang yang mau belajar," tutup Wulan.
Keikutsertaan mahasiswa KPI pada konferensi internasional ini menjadi bagian dari komitmen dalam meningkatkan budaya riset, memperluas jejaring akademik global, serta mendorong peningkatan kualitas publikasi karya ilmiah mahasiswa. Prestasi ini diharapkan semakin memperkuat posisi IAIN Parepare sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang komunikasi digital, media baru, dan pelestarian kearifan lokal.
Penulis: Muhammad Rafi Rafi'udin
Editor: Nur Annisa