Prodi KPI– Syafika Ramadhani, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Parepare, sukses menyabet penghargaan Juara 1 Skripsi Terbaik kategori Most Promising Academic Research pada Yudisium Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) yang digelar di Ballroom Laboratorium Terpadu, Jumat (17/07/2026).
Syafika berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan ujian hidup yang berat bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi tertinggi. Artikel ilmiahnya yang berjudul Resonance of Messages About Academic Integrity: Analysis of Public Responses to Video of UI Lecturer Exposing Doctoral Degree Scam berhasil memikat para penguji hingga dinobatkan sebagai yang terbaik dalam hal pengembangan keilmuan.
Namun, di balik penyerahan piagam penghargaan tersebut, terdapat perjalanan panjang yang dipenuhi air mata dan kerja keras. Syafika mengungkapkan bahwa proses penyelesaian tugas akhir ini menjadi salah satu fase paling berat sekaligus berharga dalam hidupnya.
Di tengah proses penelitian dan penyusunan artikel ilmiahnya, Syafika harus menerima kenyataan pahit kehilangan pilar terpenting dalam hidupnya. Sang ayah tercinta berpulang, meninggalkan duka mendalam yang sempat mengguncang tekad akademisnya.
"Kehilangan tersebut menjadi pukulan yang sangat berat. Saya sempat merasa putus asa dan berpikiran tidak melanjutkan studi karena tuntutan ekonomi," kenang mahasiswi kelahiran Kessie tersebut.
Keadaan menuntut Syafika untuk mandiri secara finansial. Demi bisa menyelesaikan pendidikannya, ia harus membagi waktu, tenaga, dan pikiran dengan menjalani perkuliahan sambil bekerja.
"Namun, dari semua ujian tersebut saya belajar bahwa setiap kesulitan akan selalu disertai jalan untuk bangkit. Saya memilih untuk terus melangkah, menguatkan diri, dan menjadikan setiap air mata, lelah, serta perjuangan sebagai pengingat bahwa impian tidak boleh berhenti hanya karena keadaan sedang tidak baik," tuturnya tegar.
Langkah tegar Syafika ini tidak lepas dari bimbingan dan kehangatan akademik di prodi KPI. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada dosen pembimbingnya, Ibu Nurhakki yang terus mengawal dan menguatkan mentalnya selama masa-masa sulit.
"Saya sangat bersyukur dibimbing oleh Ibu Nurhakki. Beliau tidak hanya memberikan arahan dan masukan dalam penyusunan skripsi, tetapi juga terus memotivasi saya agar tetap semangat menyelesaikan setiap tahap penelitian. Kesabaran, perhatian, dan dukungan beliau menjadi kekuatan yang sangat berarti bagi saya," ungkap Syafika.
Selain bimbingan dosen, Syafika juga menyebut peran solid dari para senior di prodi KPI yang dengan tulus memotivasinya sejak tahap penyusunan proposal.
"Pada tahap penyusunan proposal, saya juga banyak memperoleh bantuan dan arahan dari salah satu senior di Program Studi KPI, yaitu kak Wahyu, serta kak Reynaldi, yang dengan tulus meluangkan waktu untuk memberikan masukan, berbagi pengalaman, dan membantu saya ketika mengalami kesulitan selama menyusun proposal saya," tutur Syafika.
Keberhasilan Syafika meraih penghargaan tertinggi ini menjadi bukti nyata bagi seluruh sivitas akademika bahwa kegigihan yang diiringi keikhlasan akan selalu berbuah manis. Di akhir kesempatannya, peraih juara pertama ini menitipkan pesan mendalam bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya yang saat ini mungkin sedang menghadapi situasi serupa.
"Pesan saya kepada siapa pun yang sedang berjuang menyelesaikan pendidikannya: jangan pernah menyerah pada keadaan. Setiap orang memiliki ujian yang berbeda, tetapi setiap perjuangan yang dijalani dengan sabar, ikhlas, dan penuh keyakinan akan menemukan akhirnya," tutup Syafika.
Penulis: Muhammad Rafi Rafi'udin